Manajemen Perubahan

Salah satu sumber permasalahan birokrasi adalah perilaku negatif yang ditunjukkan dan dipraktikkan oleh para birokrat. Perilaku ini mendorong terciptanya citra negatif birokrasi. Perilaku yang sudah menjadi mental model birokrasi yang dipandang lambat, berbelit-belit, tidak inovatif, tidak peka, inkonsisten, malas, feodal, dan lainnya. Oleh karena itu, fokus perubahan reformasi birokrasi ditujukan pada perubahan mental aparatur. Perubahan mental model/perilaku aparatur diharapkan akan mendorong terciptanya budaya kerja positif yang kondusif bagi terciptanya birokrasi yang bersih dan akuntabel, efektif, dan efisien serta mampu memberikan pelayanan yang berkualitas.

Meskipun reformasi birokrasi ditujukan kepada seluruh sistem yang melingkupi aparatur, namun inti perubahan dari reformasi birokrasi sesungguhnya adalah perubahan pada mental aparatur. Di lingkungan Kementerian Kementerian Komunikasi dan Informatika hal ini menjadi lebih penting lagi mengingat Kementerian Komunikasi dan Informatika memiliki kewajiban-kewajiban baik yang bersifat internal maupun nasional dalam mendiseminasikan revolusi mental.

Berkaitan dengan hal tersebut maka fokus area ini adalah mengelola perubahan dan mekanisme kerja, pola pikir dan budaya kerja birokrasi secara sistematis dan konsisten, sehingga pelaksanaan reformasi birokrasi dapat berjalan dengan baik sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan di Kementerian Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Program dan Rencana Aksi

Program Mikro

Program Kegiatan

Rencana Aksi 2015 – 2019

Mental Aparatur

 

  1. Perumusan dan Penetapan QW Kementerian Kementerian Komunikasi dan Informatika setiap tahun.
  2. Pembentukan Tim Pokja RB
  3. Pembangunan komitmen bersama seluruh jajaran pegawai dan pejabat untuk melaksanakan reformasi birokrasi secara konsisten dan melakukan revolusi mental;
  4. Optimalisasi peran Change leader dan Change Agent untuk dapat mendorong terciptanya perubahan pola pikir dan budaya kerja di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Informatika.
  5. Monitoring dan evaluasi

 

  1. Pemetaan QW Unit Kerja untuk menjadi calon QW Kementerian
  2. Pembaharuan SK Pokja RB Kementerian Komunikasi dan Informatika
  3. Workshop Change Leader dan change agent sebagai Penggerak Revolusi Mental.
  4. Sosialisasi dan internalisasi nilai-nilai Kementerian secara terus menerus agar menjadi budaya di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Informatika.
  5. Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan berbasis revolusi mental
  6. Survei pengukuran kesehatan organisasi