Kominfo Selenggarakan Diklat Manajemen Perubahan Angkatan I

Jakarta, Kominfo – Kementerian Kominfo menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan atau Diklat Manajemen Perubahan Angkatan I. Diklat dilaksanakan di Pusdiklat Kementerian Kominfo Jakarta selama delapan minggu dari tanggal 13 September sampai dengan 5 November 2016 dengan sistem on–off campus.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo Farida Dwi Cahyarini mengatakan penyelenggaraan diklat itu diarahkan untuk mengatasi patologi birokrasi dalam memberikan layanan kepada masyarakat. “Diklat didasari oleh patologi birokrasi yang sangat kita rasakan betul antara lain: egosektoral, dampak pembangunan TIK yang belum dirasakan oleh masyarakat, pengabaian terhadap risiko dalam perencanaan, serta kurangnya kepastian dalam pelayanan baik dari aspek waktu maupun hasil,” katanya dalam Pembukaan Diklat di Auditorium Pusat Diklat Kementerian Kominfo, Jakarta Barat, Selasa (13/09/2016).

Lebih lanjut, ia mengatakan keadaan tersebut semakin mendapat pembuktian melalui Hasil Pengukuran Indeks Kesehatan Budaya Organisasi Tahun 2015 yang dilaksanakan oleh Biro Kepegawaian dan Organisasi. “Indeks tersebut menunjukkan Entropi Kementerian Kominfo adalah 29% atau pada kategori agak sehat” katanya seraya menjelaskan bahwa penyumbang terbesar dari kurang sehatnya Kementerian Kominfo tersebut adalah kurangnya sumberdaya manusia yang profesional, program yang berjalan sendiri-sendiri, kehati-hatian yang berlebihan, dan kebingungan serta persaingan internal.

Farida Dwi Cahyarini menjelaskan diklat bertujuan untuk membentuk pola pikir, perilaku, dan budaya organisasi Kementerian Kominfo yang berorientasi pada pelayanan yang efisien dan efektif, mampu menjawab tantangan permasalahan, serta mampu menjalankan program kerja Kementerian Kominfo yang selaras dengan arah Pembangunan Pemerintah sekaligus menghasilkan kader agen perubahan yang berorientasi pada tujuan (objective driven).

“Peserta diklat berjumlah 100 orang yang diseleksi dari 394 peserta yang mendaftar secara online. Peserta diklat akan menerima pembekalan materi, simulasi, dan studi imitasi ke lembaga-lembaga pemerintah dan BUMN yang memiliki indikator-indikator organisasi sangat baik,” ujarnya.

Para peserta akan menerima enam besaran materi yang akan diterima seluruh peserta. “Materi tersebut menggabungkan kompetensi soft skills, hard skills, dan strategic thinking yaitu: pembentukan karakter PNS, good government governance, pelayanan publik, manajemen risiko, manajemen proyek, dan kebijakan publik termasuk di dalamnya digital economy” katanya. (PS)