MENKOMINFO: PERUBAHAN ADALAH SUATU KENISCAYAAN

Tangerang, Kominfo – Revolusi Mental bukanlah pilihan, tetapi suatu keharusan untuk berubah agar bangsa kita bisa berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

“Saya mengajak semua untuk berubah, karena inti dari Revolusi Mental adalah persoalan mau atau tidak untuk berubah, karena perubahan adalah suatu keniscayaan. Jadi kalau kita tidak mau berubah pasti kita akan diubah,” kata Menteri Rudiantara pada pembukaan Pelatihan Change Leader Sebagai Pelaku Revolusi Mental di Pusat TIK Nasional, Ciputat Tangerang, Kamis (14/04/2016).

Setiap pegawai Kementerian Kominfo bisa membuat Indonesia menjadi lebih baik dengan memulai Revolusi Mental dari diri sendiri, sejak saat ini mulai dari desa, daerah terluar dan terdepan.  “Jangan diam di comfort zone (zona nyaman) karena di zona nyaman tidak ada pertumbuhan. Maka jika ingin bertumbuh harus keluar dari comfort zone,” tegas Rudiantara.

Menteri Rudiantara mengatakan perubahan bisa cepat bisa lambat.  ”Dan  mungkin di awal memang perubahan itu akan sulit, tapi jika ada arah dan visi yang sama lama kelamaan hasilnya akan terlihat terus lebih baik,” tandasnya.

Pelatihan yang diselenggarakan sebagai salah satu program reformasi birokrasi pada area manajemen perubahan dan difasiitasi oleh Biro Kepegawaian dan Organisasi sebagai sekretariat reformasi birokrasi Kementerian Kominfio. Adapun pelatihan ini diikutit seluruh pejabat eselon I dan eselon II di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Informatika yang bertujuan untuk menyamakan persepsi akan pentingnya peranan para pimpinan untuk menggerakkan perubahan itu.

Selain itu, pelatihan ini juga merupakan tindaklanjut hasil pengukuran kesehatan budaya organisasi Kementerian Kominfo yang dilakukan pada April 2015 yang lalu, dimana secara umum tingkat entropi Kementerian Kominfo saat ini adalah 29% yang artinya budaya organisasi ada pada taraf Agak Sehat, dimana terdapat masalah-masalah signifikan yang memerlukan perhatian segera. Pada pelatihan akan disusun rencana aksi perubahan yang bertujuan untuk menurunkan entropi di lingkungannya masing-masing.