Menkominfo Nilai Pentingnya Revolusi Mental Bagi Aparat Humas Pemerintah

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menyatakan, paket kebijakan ekonomi yang belakangan ini dikeluarkan pemerintah merupakan pekerjaan rumah bagi jajaran humas pemerintah. Pasalnya, paket kebijakan ekonomi yang telah dikeluarkan pemerintah diharapkan bisa memiliki dampak signifikan bagi rakyat dan bangsa Indonesia. Tetapi disayangkan, gaung terhadap kebijakan itu sangat minim, kata Rudiantara pada acara seminar Badan Koordinasi Kehumasan Instansi Pemerintah (Bakohumas) dengan tema Peran Humas Dalam Sinergi Kampanye Revolusi Mental ASN dan Reformasi Birokrasi di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Jakarta, Selasa (15/9). Untuk itu, menurut Rudiantara, pihaknya akan mempertemukan jajaran humas dari beberapa kementerian yang terkait dengan kebijakan tersebut, untuk mensinergikan penyampaian informasi yang akan disampaikan kepada masyarakat.
Di sinilah pentingnya revolusi mental bagi aparat humas. Saya minta seluruh humas di bawah Bakohumas berkumpul di kantor saya jam 12.00 WIB. Saya akan briefing langsung. Kita akan merumuskan narasi tunggal sosialisasi kebijakan pemerintah,” ujar Rudiantara. Rudiantara mengatakan saat ini informasi yang dikelola kehumasan kementerian dan lembaga pemerintah masih berkesan berjalan dan berkembang sendiri-sendiri. Semestinya, masing-masing kehumasan tetap mengelola satu informasi yang terintegrasi sebagai satu kesatuan kehumasan pemerintah, tanpa menanggalkan kewajiban di instansi masing-masing. Hal inilah yang mendasari Rudiantara berniat menyusun narasi tunggal kehumasan pemerintah. Ia mengaku bosan dengan seminar yang dilakukan Bakohumas, lantaran tidak pernah menghasilkan sesuatu inovasi nyata dalam bidang kehumasan pemerintah.
Selama tujuh kali digelar, seminar Bakohumas belum mampu mengintegrasikan informasi masing-masing kementerian dan lembaga. Kita harus melupakan ego sektoral masing-masing humas kementerian. Saya menginginkan setiap humas kementerian/lembaga, selain bekerja mengawal informasi di intansinya, namun juga mampu menyampaikan materi yang sama mengenai kebijakan dan program pemerintah secara garis besar, kata Rudiantara. Dalam acara seminar Bakohumas di gedung Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kem PAN-RB) itu, Rudiantara sempat mengecek persentase kehadiran para perwakilan humas kementerian. Hasilnya, banyak perwakilan kementerian yang absen atau tidak hadir dalam seminar tersebut. “Saya meminta Bakohumas nanti siang bisa mengoordinasikan seluruh humas kementerian untuk berkumpul di kantor saya,” tegasnya.
Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Yuddy Chrisnandi mengajak jajaran humas pemerintah, khususnya yang tergabung dalam Bakohumas untuk proaktif melakukan sosialisasi dan disemeninasi revolusi mental bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintahan dan masyarakat. Hal itu, menurut Yuddy diperlukan, mengingat banyak kejadian yang sering dikesankan oleh sementara pihak bahwa semua itu kesalahan pemerintah.
Yuddy mengambil contoh kasus kebakaran hutan, yang sebenarnya sudah berulang kali sejak 25 tahun terakhir. Terkait hal ini, ada sekelompok mahasiswa yang demo, kemudian dimuat di salah satu media massa, yang menuntut Presiden Jokowi untuk datang ke lokasi dan memadamkan kebakaran hutan tersebut. Kasus lain, merosotnya nilai rupiah terhadap dolar, masyarakat juga menyalahkan pemerintah. Hal itu terjadi karena minimnya informasi yang dimiliki masyarakat, sementara humas pemerintah kurang memberikan penjelasan, sehingga yang muncul justeru persepsi seolah-olah pemerintah tidak melakukan apa-apa. Ini tantangan yang harus dihadapi oleh humas pemerintah, ujarnya saat membuka Seminar Bakohumas dengan tema Peran Humas Dalam Sinergi Kampenye Revolusi Mental ASN dan Reformasi Birokrasi di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Jakarta, Selasa (15/9). Dia menjelaskan, kuncinya terletak pada kemampuan ASN mengelola komunikasi publik dan mengkonsolidasikan berbagai potensi kehumasan secara optimal. Karena itu, peran Humas Instansi Pemerintah yang tergabung dalam Bakohumas, sebagai Government Public Relation (GPR), sangat penting dan strategis, jelasnya.
Yuddy berharap, melalui seminar ini, segenap komponen Bakohumas dapat merapatkan barisan, menyemai sinergi dan menumbuhkan harmoni. Forum dialogis ini dapat dimanfaatkan oleh anggota Bakohumas untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman (knowledge and experience sharing) dalam mengelola kehumasan, khususnya dalam mengkampanyekan revolusi mental ASN dan reformasi birokrasi, kata Yuddy.
Menkominfo Rudiantara dan Men PAN RB Yuddy sepakat bahwa sejumlah masalah yang kasat mata itu, merupakan pekerjaan rumah bagi jajaran humas pemerintah. Karena itu peran Bakohumas harus lebih dioptimalkan, agar sosialisasi dan diseminasi kebijakan pemerintah dan revolusi mental ini berjalan efektif, kata Yuddy. Seminar Bakohumas dengan tema “Peran Humas Dalam Sinergi Kampenye Revolusi Mental ASN dan Reformasi Birokrasi” dibuka oleh Men PAN RB dan dihadiri Menkominfo Rudiantara, Deputi Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan M. Yusuf Ateh, Staf Khusus Menteri PANRB bidang Komunikasi Publik Farisa Y. Irawadi, dan praktisi komunikasi publik Yustika Herlambang (Aak).