Budaya Kerja PROAKTIF

(Jakarta, 15 April 2015) Dalam rangka melakukan pengukuran indeks kesehatan budaya organisasi di Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemKominfo), khususnya di Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI), pada tanggal 15 April 2015 bertempat di Pusat TIK Nasional (Pustiknas) telah diselenggarakan kegiatan sosialisasi dan survei budaya kerja di lingkungan Ditjen SDPPI, acara tersebut dibuka oleh Direktur Jenderal SDPPI (Dirjen SDPPI), Muhammad Budi Setiawan, dimana sebelumnya diawali dengan Laporan Pelaksanaan Kegiatan oleh Sekretaris Ditjen SDPPI, Sadjan dan dihadiri oleh +/- 200 peserta yang merupakan pejabat struktural dan fungsional di Ditjen SDPPI (Kantor Pusat dan UPT), hadir pada kesempatan ini Staf Ahli Menteri Kominfo Bidang Sosial, Ekonomi dan Budaya, Djoko Agung Harijadi sebagai narasumber.

Dirjen SDPPI pada sambutannya menyebutkan bahwa “Budaya, baik yang bersifat positif maupun negatif, merupakan proses internalisasi yang cukup panjang dan lama atas perilaku/kebiasaan individu atau kelompok yang melekat sehingga tidak mudah untuk mengubahnya. Untuk menjadi individu atau kelompok yang lebih baik, perlu dilakukan perubahan/transformasi atas budaya yang buruk atau negatif sehingga kualitas kinerjanya dapat ditingkatkan. Dalam prosesnya, mengubah budaya sulit karena telah berlangsung cukup lama sehingga agar berhasil, terlebih dahulu perlu dilakukan perubahan pola pikir / mindset. Untuk itu, Menkominfo mencanangkan transformasi budaya kerja sehingga seluruh pegawai Kemkominfo menerapkan budaya kerja baru yang selaras dengan agenda perubahan Nawacita Pemerintah, yaitu PROAKTIF: Profesional, Akuntabel, Integritas, dan Inovatif”.

Kegiatan ini dilatarbelakangi beberapa diantaranya adalah pertama Reformasi Birokrasi di Kemkominfo dilaksanakan dalam mindset budaya kerja PROAKTIF: Profesional, Akuntabel, Integritas, dan Inovatif. Kedua, Ditjen SDPPI dan Kemkominfo perlu mengetahui hasil pengukuran budaya kerja tersebut. Ketiga, baru dilakukan survei untuk pertama kali di lingkungan Ditjen SDPPI sebagai amanah Reformasi Birokrasi.

Perubahan/transformasi budaya kerja lama menjadi budaya kerja PROAKTIF tidak hanya merupakan sikap mental tapi juga harus diimplementasikan dalam tindakan konkrit. Suatu transformasi organisasi yang sukses tidak dapat lepas dari komitmen pimpinan organisasi, dalam hal ini pejabat struktural yang nantinya akan mempengaruhi keseluruhan kinerja organisasi sehingga diharapkan para pimpinan di lingkungan Ditjen SDPPI dapat menjadi teladan dalam proses transformasi birokrasi ini.

(Sumber: Setditjen SDPPI)