Upacara dan Tabur Bunga memperingati Harkitnas

Menteri Kominfo Tifatul Sembiring pada tanggal 19 Mei 2011 pagi telah memimpin upacara tabur bunga dari KRI Tanjung Kambani dalam rangka peringatan Hari Kebangkitan Nasional. Bagi Kementerian Kominfo, tradisi tabur bunga di tengah laut dalam rangka peringatan hari Kebangkitan Nasional ini merupakan yang pertama kalinya, karena sebelum ini pada tahun-tahun yang lalu tradisi penghormatan kepada para pahlawan di Hari Kebangkitan nasional tersebut selalu dilakukan dengan upacara tabur bunga di Taman Makam Pahlawan di Kalibata, Jakarta, dan juga di makam dokter Wahidin Sudiro Husodo di Sleman, Yogyakarta dan makam dokter Soetomo di Surabaya.

Upacara di atas geladak KRI Tanjung Kambani tersebut dihadiri oleh Komandan Lantamal III Brigjen TNI (Mar) Arief Suherman, beberapa pejabat Eselon I dan II serta hampir lebih dari 200 PNS Kementerian Kominfo dan puluhan Perwira, Tamtama dan Bintara dari Komando Lintas Laut Militer TNI-AL yang sudah berkumpul sejak pagi hari ketika Jakarta masih belum terang. Tampak hadir pula belasan wartawan yang sudah menunggu sejak pagi sekali. Suasana upacara berlangsung sangat hikmat dan mulai berlangsung sejak kapal perang tersebut meninggalkan pelabuhan Tanjung Priok hingga menjauh ke arah sekitar Teluk Jakarta.

Masih dalam rangkaian acara Hari Kebangkitan Nasional tahun 2011 tersebut, pada tanggal 20 Mei 2011 pagi akan berlangsung upacara bendera dengan Inspektur Upacara Menteri Kominfo Tifatul Sembiring di halaman tengah Kementerian Kominfo. Kemudian malam harinya akan berlangsung malam peringatan Hari Kebangkitan Nasional dan Hari Pendidikan Nasional di Kemayoran, Jakarta dan menurut rencana akan dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Untuk tahun 2011 ini, peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional memang dijadikan satu dan kepanitiaannya secara nasional dilakukan oleh Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Kominfo secara bersama. 

Sekedar informasi, kapal perang KRI Tanjung Kambani ini semula kapal feri biasa yang dirancang untuk mengangkut penumpang yang kemudian dimodifikasi menjadi kapal bantu angkut personil dan masuk jajaran kapal perang Republik Indonesia . Kapal itu sebelumnya bernama kapal Dong Yang No. 6 dibuat di Galangan Kapal Sanuki Dosen Co Ltd Jepang dan diluncurkan pada bulan Maret 1982 sebagai kapal sipil pengangkut penumpang. Pada tahun 2000 kapal ini dimodifikasi menjadi kapal bantu angkut personil dan masuk jajaran kapal perang Republik Indonesia . Modifikasi kapal dilaksanakan di Galangan Kapal Dae Sun Shipbuilding & Engineering Ci. Ltd Pusan Korea Selatan selama kurang lebih 6 bulan mulai tanggal 1 Mei sampai dengan 9 November 2000 .

Dalam modifikasi ini ditambahkan Sebuah helipad tanpa hanggar, beberapa senjata ringan kaliber 20 mm dan 35 mm, serta perubahan beberapa fungsi ruangan untuk menampung lebih banyak pasukan. KRI Tanjung Kambani secara resmi masuk menjadi jajaran Kapal Perang Republik Indonesia terhitung mulai tanggal 10 Nopember 2000 dengan suatu upacara peresmian yang dilakukan di dermaga Dae Sun Shipbuilding & Engineering C0. Ltd. Pusan oleh Mayor Jenderal (Purn) Abdul Ghani Duta Besar Luar